Minggu, 27 Juli 2014

Film Expendables 3 Bocor di Internet

expendables-cast

Rencana perilisan film ‘The Expendables 3’ masih sekitar tiga minggu lagi, namun data film tersebut dengan kualitas DVD telah bocor dan tersebar online. Kabarnya, dalam 24 jam, telah 200 ribu orang yang mengunduh film terbaru Sylvester Stallone dkk tersebut!
Lionsgate selaku rumah produksi film tersebut belum memberi komentar mengenai hal ini. Bahkan apabila mereka telah berhasil menangkap oknum yang membocorkan data film tersebut, percuma saja karena film itu kini telah tersebar luas.
Hal ini serupa dengan apa yang terjadi pada ‘X-Men Origins: Wolverine’ dimana film tersebut bocor dan tersebar online sebulan sebelum dirilis ke jaringan bioskop. 20th Century Fox selaku rumah produksi mengestimasi sekitar 15 juta orang telah mengunduh film tersebut dan mengakibatkan kerugian puluhan juta dollar.

sumber .moviexplorers

Kamis, 17 Juli 2014

Foto Terbaru Avengers : Age Of Ultron (2015)

Buat kalian penggemar film Marvel, kami punya foto Avengers 2 yang baru. Check It Out !









Jumat, 11 Juli 2014

Review Film The Fault In Our Stars (2014)

 Image

Directed By: Josh Boone
Cast: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, Willem Dafoe, Lotte Verbeek
Synopsis:
Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) adalah seorang pengidap kanker tiroid yang sudah menyebar sampai paru- paru. Bisa dikatakan umurnya tidak akan lama lagi. Hazel kemudian bertemu dengan seorang pengidap kanker yang berhasil survive setelah mengamputasi kakinya, Augustus Waters (Ansel Elgort). Sejak bertemu dengan Gus, Hazel merasa bahwa hidupnya yang tinggal sebentar lagi itu menjadi sangat berarti. Namun tanpa mereka sadari, takdirpun telah mempersiapkan jalannya sendiri atas kisah cinta mereka tersebut.
Review:
Image
Dunia percintaan dan remaja memang tidak dapat dipisahkan. Pasalnya pada usia belasan tersebutlah kita baru mengerti bagaimana rasanya menyukai lawan jenis (or sesama jenis), perasaan rindu, kangen, G4L@U, cinta pertama, nelpon pura- pura nanya “eh kelas kamu sudah ulangan matematika belum? Soalnya apa sih?”, dan semua hal yang bisa kita rangkum menjadi satu kata. CINTA MONYET. Namun bukan berarti Cinta Monyet tersebut akan tetap jadi monyet. (Apaan sih nih penulis?) Bisa jadi cinta monyet tersebut akan menjelma menjadi suatu hal yang lebih bermakna atau menjadi sebuah cinta sejati.
Image
Maka tidak heran banyak sekali literatur yang menceritakan perihal cinta di masa remaja yang efeknya melebihi cinta suami- istri. Bahkan salah satu ikon dunia percintaan yang paling terkenal juga digambarkan berusia remaja. Ikon bernama Romeo and Juliet yang digambarkan memiliki cinta sejati yang abadi yang daripada ditinggal mati sang kekasih mendingan bunuh diri biar bareng- bareng mati. Padahal kalo kata Ustadz, bukannya hidup bareng di sorga lu… Tapi sama- sama digodok di neraka. But well, Love Story does not consider heaven or hell. (Ini apaan sih penulis kagak jelas… Mentang- mentang lagi bulan Ramadhan).
Image
Anyway, salah satu kisah cinta remaja kali ini yang diangkat ke layar lebar adalah sebuah buku karya John Green yang ditulisnya berdasarkan pengalamannya saat bekerja sosial di Rumah Sakit khusus anak- anak. Bisa dikatakan, The Fault in Our Stars merupakan salah satu film adaptasi buku yang paling diantisipasi tahun ini. Well, selain tentunya film- film dari adaptasi buku seri seperti sekuel The Hobbit dan The Hunger Games. Dan tenang aja, film ini minus kisah cinta segitiga antara seorang wanita dengan 2 orang pria yang udah sangat klise di setiap adaptasi teen-lit belakangan ini yang diwakili oleh citna segitiga seorang wanita dengan 2 orang mahluk jadi- jadian. Coba deh bayangin kalo kisah cinta seorang pria dengan 2 orang wanita. Pasti dibilang player, bajingan, gak setia, dan segalanya. Tapi kalo kisah cinta seorang wanita dengan 2 orang pria pasti dibilangnya “Aduh pasti posisinya gak enak tuh”, “kasian ya”, “cowoknya 22nya baik sih. ganteng juga.” Well, kenapa komennya seperti itu? Karena yang baca cewek! DAMN!

Oke, sudah cukup OOT-nya. Kembali ke lapt…. eh The Fault in Our Stars. Bisa dikatakan kekuatan utama dari film ini adalah performa 2 bintang utamanya yang cukup kuat dan natural. Shailene Woodley, yang belakangan ini status kebintangannya makin bersinar paska bermain di The Descendants, mampu tampil sebagai seorang girl-next-door yang labil namun diharuskan untuk tough demi orang tuanya. Gerak- gerik serta gaya berbicaranya mampu mewakili sosok seorang Hazel Grace. Dan meskipun masih memiliki kualitas akting setingkat di bawah Woodley, Ansel Elgort mampu tampil charming, kind-hearted, serta menjadi sosok yang membawa keceriaan di hidup Hazel Grace. Elgort yang sempat bermain sebagai adik Woodley di film Divergent, mampu menyeimbangi kemampuan akting the next Mary Janeini. WAIT! Elgort jadi adiknya Woodley? Berarti Woodley udah pernah lop- lopan sama hampir semua aktor di Divergent dong? Di The Spectacular Now dia kan juga sempat beradegan panas dengan Miles Teller, yang jadi rival Woodley di Divergent. Gak percaya? Liat aja di menit ke…….
Image
Selain mereka berdua, aktor- aktor senior yang ada di jajaran cast mampu berakting cukup baik. Namun sayang kurang begitu tereksplor dalam naskah, sehingga apa kemampuan bintang- bintang semacam Willem Dafoe dan Laura Dern hanya sebatas gitu- gitu aja. Sebenarnya tim penulis naskah tidak bisa disalahkan. Karena memang fokus cerita terletak pada 2 remaja yang lagi indehoy jatuh cintrong.
Image
Berbicara masalah naskah, plot cerita yang ada sangat terstruktur dengan baik. Konflik yang timbul bisa muncul secara natural serta tidak terlalu cheesy. Perpaduan antara komedi, kisah menyentuh, penggambaran optimisme, serta perjuangan tiap karakter dalam mengurangi beban yang ditampungnya merupakan sebuah kombinasi bagus yang diracik dengan cukup menarik. Selain itu pilihan musik pengiring juga sangat pas dan efektif untuk menambah mood adegan yang ada di layar. Tidak lupa Scott Neustadter dan Michael H. Webber, sebagai duo penulis naskah memasukan quote- quote indah memorable yang diambil langsung dari bukunya.

Image

Finally. The Fault in Our Stars adalah sebuah tontonan segar yang akan membuat kita tersentuh serta menghargai kesehatan dan sisa umur yang mungkin tersisa di diri kita. Cara film ini bercerita tentang disease sangat baik. Bahkan di beberapa adegan sempat dibuat cukup bright dan lucu tanpa harus mengolok- ngolok orang cacat layaknya Farelly Brothers. (dnf)
Rating:
8/10

Kamis, 22 Mei 2014

REVIEW THE AMAZING SPIDER-MAN 2: Rise of Electro (2014)

                                                       Image
Directed By: Marc Webb
Cast: Andrew Garfield, Emma Stone, Jamie Foxx, Dane DeHaan, Paul Giamatti, Sally Field, Colm Feore, Felicity Jones, Campbell Scott, Marton Csokas, Embeth Davidtz, Max Charles, Denis Leary, Martin Sheen, Chris Cooper
Synopsis:
Menjalani kehidupan sebagai Spider- Man, bagi Peter Parker (Andrew Garfield) tidaklah mudah. Selain harus membasmi kejahatan, dirinya juga harus mentaati janjinya kepada almarhum Captain George Stacy (Denis Leary) agar menjauhi anaknya, Gwen Stacy (Emma Stone).
Di saat yang bersamaan, Peter bertemu kembali dengan teman kecilnya, Harry Osborne (Dane DeHaan) yang kembali ke New York untuk meneruskan tampuk kepemimpinan sang ayah, Norman Osborne (Chris Cooper) yang sedang sekarat. Ternyata keluarga Osborne memiliki suatu penyakit langka yang dipercaya hanya bisa disembuhkan melalui DNA laba- laba.
Selain itu, Spidey harus menghadapi seorang teknisi listrik Oscorp, Max Dillon (Jamie Foxx) yang karena suatu kecelakaan menjadi memiliki kekuatan listrik yang super besar dan menjadi Electro.
Review:
Image
Di dunia perfilman, ada 3 saga yang cukup besar yang merupakan adaptasi dari Marvel Comics. Yang pertama adalah kumpulan film- film superhero yang terbagi menjadi beberapa fase dan diakhiri dengan sebuah film The Avengers. Saga ini disebut dengan Marvel Cinematic Universe. Lalu Fox juga tidak ketinggalan dengan saga X-Men nya yang sempat membuat penonton bingung dengan cerita yang tidak sinambung di antara beberapa serinya. Kemudian yang terakhir adalah saga Spider- Man yang dikeluarkan oleh Sony Pictures.
Image
Sebenarnya Sony harus merasa bersyukur masih memiliki lisensi untuk memfilmkan Spider- Man. Karena bukan hanya berarti asal  memiliki franchise superhero movie saja. Namun juga dikarenakan Spider- Man merupakan karakter superhero Marvel yang paling populer dan memiliki fanbase yang cukup kuat. Menyadari hal ini, Sony pun memutuskan untuk me-reboot film Spider- Man saat Sam Raimi tidak gabung lagi paska Spider- Man 3. Meskipun sebenarnya banyak yang menyayangkan keputusan tersebut dirasa terlalu cepat. Mengingat versi Raimi masih terlalu fresh di kepala para penonton dan jarak antara Spider- Man 3 dan The Amazing Spider- Man masih terlalu dekat.
Image
Namun Sony mau tidak mau memang harus menambah pundi uang dan menjaga gengsi denga tidak mau ketinggalan pesaing- pesaing lainnya dalam menelorkan sebuah film superhero. Dan berhubung kontrak dengan Marvel masih berlanjut, maka sebuah reboot Spider- Man pun dibuat. Namun memang kedekatan antara versi ini dengan yang lama akan mengakibatkan pembandingan- pembandingan di antara kedua versi tersebut.
Image
Perubahan tim penulis memberikan efek yang cukup beda dengan kualitas naskah dibandingkan dengan prekuelnya. Meskipun masih tetap berlandaskan apa yang telah disajikan di film pertamanya, namun garis kisah di sekuelnya ini terasa cukup lemah. Lemah dalam arti kata pengeksekusiannya. Namun jika dibandingkan dengan apa yang akan disiapkan di 2 sekuel selanjutnya ditambah 2 spin- off possibilities, film The Amazing Spider- Man 2 bisa menjadi sebuah jembatan yang menarik.
Image
Chemistry di antara para tokoh kurang begitu terangkat. Khususnya antar karakter di lingkungan Peter Parker yang merupakan center of the plot di film ini. Setidaknya sebenarnya harus ada chemistry dengan minimal 3 orang di lingkungan Peter. Chemistry dengan Aunt May (Sally Field) kurang begitu mengisyaratkan hubungan ibu- anak. Lalu hubungannya dengan Gwen Stacy kurang begitu mengena seperti film pertamanya. Apalagi hubungan cinta antara Peter dan Gwen berpotensi menjadi sebuah twist, yang sebenarnya juga gak twist- twist banget bagi para fanboy. Padahal chemistry- chemistry tersebut cukup berhasil di film pertamanya. Lalu hubungan Peter dengan Harry juga kurang begitu meyakinkan sebagai sahabat kecil. Untuk masalah chemistry antar para tokoh saya akui memang masih lebih bagus versi Raimi. Sebenarnya memang tidak bisa disalahkan. Karena benang merah plot Raimi adalah perkembangan hubungan 3 karakter utama Peter-MJ-Harry. Sementara plot Webb lebih ke arah penyelidikan misteri hilangnya orang tua Peter yang dicurigai masih related dengan praktek kotor Oscorp.
Image
Namun apa yang dikhawatirkan para fans dengan munculnya 3 karakter villain di materi- materi promosi bisa teratasi. Seperti kita ketahui salah satu kegagalan Spider- Man 3 adalah terlalu banyaknya karakter penjahat yang dikeluarkan. Namun dengan piawainya Alex Kurtzman, Roberto Orci, Jeff Pinker, dan James Vanderbilt mangatur sedemikian rupa sehingga kemunculan ketiga karakter penjahat tersebut tidak terlalu dipaksakan dan screen time- nya masih bisa terbagi dengan efektif. Namun landasan kebencian para penjahat dengan Spider- Man saya anggap masih terlalu lemah.
Image
Jika berbicara masalah adegan aksi, apa yang tersaji di film berdurasi 142 menit ini cukup seru. Apalagi adegan pembuka dan final showdown antara Spider- Man dengan masing- masing ketiga karakter musuhnya. Kemudian untuk urusan teknis, departemen sinematograsi sudah bekerja cukup baik dan menghasilkan gambaran- gambaran yang cukup dark mengikuti nuansa kisah yang memang kabarnya akan dibikin lebih dark lagi di seri- seri berikutnya. Semua itu dibalut dengan gimmick 3D yang cukup baik.
Image
Andrew Garfield masih cukup baik berperan menjadi tokoh utama film ini. Jika Tobey Maguire membawakan sosok Peter Parker yang nerd, Garfield bisa membawa karakter Peter yang lebih freak dan di beberapa scene saya melihatnya seperti anak autis. Dan Garfield juga bisa menampilkan Spider- Man yang lebih kocak dengan ceplosan- ceplosan yang lebih lucu dibandingkan Maguire. Sally Field dan Emma Stone masih tampil cukup baik meskipun secara chemistry kurang terangkat.
Image
Dari jajaran tambahan pemain barunya ada Dane DeHaan yang sebenarnya cukup pas menjadi seorang villain muda, songong, serta menyebalkan. Namun untuk sebagai Harry Osborne masih kurang pas. Kemudian ada Felicity Jones yang berperan sebagai asisten Harry bernama Felicia (And i bet her last name is Hardy, if you know what I mean). Paul Giamatti yang tampil lumayan singkat namun memiliki makna tersendiri bagi sekuelnya. Yang paling aneh menurut saya Jamie Foxx. Sebagai Max Dillon, sangat terasa bagaikan alter ego penjahat Batman versi Schumacher. Sebagai Electro juga kurang begitu keren malah cenderung konyol. Benar- benar miscast.
Image
Secara garis besar, The Amazing Spider- Man 2 merupakan sebuah film yang akan memuaskan dahaga para fans. Selain banyaknya trivia- trivia seputar dunia Spidey, film ini juga memiliki hint- hint akan musuh siapa saja yang akan dihadapai oleh sang Webslinger di film- film berikutnya. Dan bagi para fans juga akan cukup terhibur melihat cikal bakal bergabungnya para penjahat yang dikenal dengan sebutan Sinister Six.
Image
So, is The Amazing Spider- Man 2a good movie? Yes. Is it a better sequel? No. Andaikan plot cerita bisa tidak terlalu lemah dan chemistry antarkarakter juga cukup kuat. Dan yang terpenting aktor pemeran Electro diganti, saya yakin film ini akan jauh lebih bagus lagi. Mudah- mudahan, nantinya The Amazing Spider- Man 2 dan 3 yang dijadwalkan muncul 2 tahun sekali dan 2 spin- off yang berjudul Venom dan The Sinister Six akan memiliki kualitas yang lebih baik lagi.
Image
Sebagai tambahan, bagi yang memilih menonton dalam format non- IMAX jangan buru- buru keluar. Karena ada teaser X-Men: Days of Future Past. Namun bagi yang menonton dengan format IMAX amat disayangkan karena akibat satu dan lain hal, tidak bisa menyaksikan teaser yang cukup teasing tersebut. (dnf)

sumber :movieexplorers.com

Minggu, 18 Mei 2014

Foto Pemain Avengers mendukung Sophie Caldecott





Pada tanggal 12 Mei 2014, seorang wanita bernama Sophie Caldecott memberikan informasi bahwa ayahnya, Stratford Caldecott sangat ingin menyaksikan Captain America The Winter Soldier (CA TWS) namun sayang sekali ia tidak bisa melakukannya karena penyakit kanker yang dideritanya itu. Apabila ia harus menunggu home videonya dirilis itu pun memakan waktu cukup lama sedangkan dirinya kini sedang dalam masa kritis. 



Sophie pun berinisiatif untuk meminta dukungan dari pemeran dari The Avengers agar sang ayahnya ini bisa menyaksikan CA TWS ini melalui sosial media dan hashtag #CAPFORSTRAT. Ternyata, hal inipun didengar oleh Robert Downey Jr, Tom Hiddleston, Chris Hemsworth, Jeremy Renner, Clarke Gregg, Cobie Smulders, Ming Na-Wen, Samuel L Jackson, Elizabeth Henstridge, Brett Dalton, Mark Rufallo serta sang Captain America: Chris Evans pun memberikan dukungannya untuk Strarford. 



Kini, Sophie pun mengkonfirmasi bahwa dukungan ini sudah tercapai dan kini ia tinggal menunggu konfirmasi agar mereka bisa mendapatkan copy dvd dari pihak Marvel Studios untuk menyaksikan Captain America The Winter Soldier yang merupakan keinginan dari ayahnya tersebut. The Avengers kembali bergabung, untuk Stratford Caldecott. 



 Sekarang beberapa pemain The Avengers pun memberikan dukungan untuk Strat dengan memposting foto yang bertuliskan "FOR STRAT". Bukan hanya pemain The Avengers. melainkan pemain Marvel's Agents of Shield juga memberikan semangat ke Strat.








Pertarungan Epic Dalam Final Trailer “X-MEN: DAYS OF THE FUTURE PAST”

 XDOFP9


20th Century Fox telah merilis satu lagi trailer yang bisa dikatakan menjadi trailer terakhir dari “X-Men : Days Of Future Past”. Dalam trailer berdurasi 2 menit 31 detik ini, disajikan adegan -adegan yang cukup membuat penonton penasaran, ditambah makin jelasnya kemunculan Sentinel yang ditugaskan untuk membunuh para mutant.

“X-MEN : Days Of Future Past’ berkisah mengenai Logan /Wolverine yang dikirim ke masa lalu oleh Kitty Pride untuk memperingatkan para mutant akan bahaya Sentinel dari Trask Industries yang dipimpin oleh Bollivar Trask. Jika tidak, maka masa depan dan masa lalu para mutant akan berubah selamanya.

“X-MEN : Days Of Future Past” disutradarai oleh Bryan Singer, dan dibintangi Hugh Jackman, Jennifer Lawrence, James McAvoy, Michael Fassbender, Omar Sy, Ellen Paige, Ian McKellen, Patrick Stewart, Peter Dinklage, Nicholas Hoult, dan masih banyak pemain pendukung lainnya, dan akan diriis pada 23 Mei mendatang di Amerika.

Posting Lama