Selasa, 30 September 2014

The Daily Deception iPhone 6 Giveaway







#tddiphonecontest

Rabu, 20 Agustus 2014

REVIEW Film Guardians of the Galaxy (2014)

Rhomann Dey: They call themselves the Guardians of the Galaxy.
Nova Corps Officer: What a bunch of a-holes.

url
Directed by James Gunn
Cast: Chris Pratt, Vin Diesel, Bradley Cooper, Zoe Saldana, Dave Bautista, Karen Gillan, John C. Reilly, Glenn Close, Benicio del Toro.
Synopsis:
Peter Quill (Chris Pratt) menjadi seorang buron setelah dirinya mencuri sebuah batu misterius yang selama ini diincar oleh Ronan, penjahat yang berambisi untuk menguasai seluruh alam semesta dengan bantuan batu tersebut.

Demi menghindari Ronan, Quill terjebak dalam sebuah petualangan dengan sebuah hewan eksperimen, Rocket Raccon (Bradley Cooper), sebuah tumbuhan humanoid, Groot (Vin Diesel), narapidana yang mengusung misi balas dendam kepada Ronan, Drax the destroyer (Dave Bautista) dan anak buah Ronan, Gamora (Zoe Saldana) yang awalnya diperintahkan untuk menangkap Quill.
Dan ketika Quill mengetahui kekuatan dari batu misterius tersebut, ia dihadapkan pada pilihan, memberikan batu tersebut kepada Ronan dan melihat dunia hancur atau melawan Ronan dan mempertahankan batu tersebut meski nyawanya menjadi taruhan.

Review:
ft_comicon_s_t_grd09_wt06_080613.090260_R

Sejak pertamakali rencana produksi film ‘Guardians of the Galaxy’ (GOTG) ini diumumkan, banyak kalangan, tidak hanya dari pembaca komiknya tapi juga para pecinta film-film produksi Marvel menjadikan film GOTG ini menjadi salah satu film yang paling ditunggu tahun ini.

Guardians_Of_The_Galaxy_NK_FINALCC_GRD26_ft_dom_t2_v25rev_wt6.088363

Dengan ekpekstasi yang begitu besar, banyak mata terus memantau perkembangan dari film ini. Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan rumah produksi Marvel Studios, Marvel Enterprises dan Moving Picture Company (MPC) saat mendapuk James Gunn sebagai sutradara. Pasalnya, James Gunn dinilai belum berpengalaman untuk membuat film dengan projek sebesar ini.

Guardians_Of_The_Galaxy_EST0758_comp_v006.1015

Pemilihan Chris Pratt sebagai pemeran utama juga banyak dipertanyakan oleh banyak pihak. Pratt dinilai belum memiliki CV yang cukup untuk memerankan sosok pemimpin dari the Guardians of the Galaxy. Ia lebih terkenal sebagai bintang televisi berkat serial ‘Parks and Recreation.’ Nama-nama Zoe Saldana, Bradley Cooper dan Vin Diesel dalam film ini sepertinya dipilih selain untuk mengangkat ketertarikan penonton pergi ke bioskop dan membayar tiket, selain juga untuk menutup nama Chris Pratt yang memang belum setenar nama-nama diatas.

TRB0400_comp_v193.2071_R

Namun ketika menyaksikan film ini, semua pandangan pesimis di atas hilang begitu saja setelah saya keluar dari gedung bioskop. Sepuluh menit pertama film ini benar-benar meng-hook saya. Meski dibuka dengan adegan duka, namun tidak lama setelah itu, adegan di-twist saat Peter Quill berjalan sambil berdansa (dengan soundtrack yang luar biasa catchy dari lagu berjudul “Come And Get Your Love” oleh Redbone) dalam sebuah misi mencuri sebuah batu misterius, benar-benar memorable.


Guardians_Of_The_Galaxy_FT-07933_R

James Gunn pun sadar betul bagaimana memanfaatkan sebuah shot dan menggabungkannya dengan coloring animasi film ini untuk menciptakan sebuah visual yang indah. Beberapa shot di film ini benar-benar memukau mata penonton. Bayangkan sebuah shot dengan sebuah latar hitam di hamparan jagatraya dengan kerlipan bintang warna putih, ditambah campuran hijau, jingga, sedikit kekuningan, luar biasa indah.



Guardians_Of_The_Galaxy_NOM1350_comp_v488_grade.1314

Chris Pratt yang sebelumnya diragukan banyak kalangan saat dipilih menjadi pemeran utama ternyata membalikkan keraguan itu dengan bermain santai dan membuat Peter Quill memang tercipta untuknya. Meski ada beberapa gestur yang ia tampilkan dalam beberapa adegan tidak lepas dari perannya di serial ‘Parks and Recreation.’ Meski secara cerita tidak ada yang istimewa, namun bagaimana James Gunn mengemas semua plot sedih, romantis, menegangkan dalam porsi yang pas membuat kemasan film ini tetap terasa istimewa. Beberapa dialog candaan ala Gunn di film ini ditambah dengan chemistry pemain antara Chris Pratt, Zoe Saldana, Bradley Cooper, Dave Bautista dan Vin Diesel pun membuat film ini menjadi lebih hidup dan tidak membuat GOTG terjebak dalam suasana yang terlalu serius.


Guardians_Of_The_Galaxy_NK_FINALCC_GRD26_ft_dom_t2_v25rev_wt6.088923

Belum lagi pemilihan soundtrack yang diisi oleh beberapa penyanyi dan band yang angkat nama di era 1970-an hingga 1980-an mulai dari Blue Swede, Raspberries, Marvin Gaye, David Bowie hingga Jackson 5 membuat adegan-adegan dalam film GOTG ini semakin hidup. Sungguh aneh bagaimana visual dengan set masa depan bisa nge-blend dengan sound synthetizer khas musik tahun 1980-an. Mungkin hanya James Gunn yang bisa melakukan hal itu.

Guardians_Of_The_Galaxy_FBA0680_comp_v192.1011_R

Shot yang dirancang dengan sangat indah, lelucon dari setiap karakternya yang tidak garing, soundtrack yang memorable, plot yang tidak berlebihan, apalagi yang dibutuhkan untuk sebuah film menghibur tahun ini, ‘Guardians of the Galaxy.’ Saya bisa bilang kalau film ini adalah FILM PALING MENGHIBUR TAHUN INI! (gtr)

sumber : Movie Explorers

Minggu, 27 Juli 2014

Film Expendables 3 Bocor di Internet

expendables-cast

Rencana perilisan film ‘The Expendables 3’ masih sekitar tiga minggu lagi, namun data film tersebut dengan kualitas DVD telah bocor dan tersebar online. Kabarnya, dalam 24 jam, telah 200 ribu orang yang mengunduh film terbaru Sylvester Stallone dkk tersebut!
Lionsgate selaku rumah produksi film tersebut belum memberi komentar mengenai hal ini. Bahkan apabila mereka telah berhasil menangkap oknum yang membocorkan data film tersebut, percuma saja karena film itu kini telah tersebar luas.
Hal ini serupa dengan apa yang terjadi pada ‘X-Men Origins: Wolverine’ dimana film tersebut bocor dan tersebar online sebulan sebelum dirilis ke jaringan bioskop. 20th Century Fox selaku rumah produksi mengestimasi sekitar 15 juta orang telah mengunduh film tersebut dan mengakibatkan kerugian puluhan juta dollar.

sumber .moviexplorers

Kamis, 17 Juli 2014

Foto Terbaru Avengers : Age Of Ultron (2015)

Buat kalian penggemar film Marvel, kami punya foto Avengers 2 yang baru. Check It Out !









Jumat, 11 Juli 2014

Review Film The Fault In Our Stars (2014)

 Image

Directed By: Josh Boone
Cast: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, Willem Dafoe, Lotte Verbeek
Synopsis:
Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) adalah seorang pengidap kanker tiroid yang sudah menyebar sampai paru- paru. Bisa dikatakan umurnya tidak akan lama lagi. Hazel kemudian bertemu dengan seorang pengidap kanker yang berhasil survive setelah mengamputasi kakinya, Augustus Waters (Ansel Elgort). Sejak bertemu dengan Gus, Hazel merasa bahwa hidupnya yang tinggal sebentar lagi itu menjadi sangat berarti. Namun tanpa mereka sadari, takdirpun telah mempersiapkan jalannya sendiri atas kisah cinta mereka tersebut.
Review:
Image
Dunia percintaan dan remaja memang tidak dapat dipisahkan. Pasalnya pada usia belasan tersebutlah kita baru mengerti bagaimana rasanya menyukai lawan jenis (or sesama jenis), perasaan rindu, kangen, G4L@U, cinta pertama, nelpon pura- pura nanya “eh kelas kamu sudah ulangan matematika belum? Soalnya apa sih?”, dan semua hal yang bisa kita rangkum menjadi satu kata. CINTA MONYET. Namun bukan berarti Cinta Monyet tersebut akan tetap jadi monyet. (Apaan sih nih penulis?) Bisa jadi cinta monyet tersebut akan menjelma menjadi suatu hal yang lebih bermakna atau menjadi sebuah cinta sejati.
Image
Maka tidak heran banyak sekali literatur yang menceritakan perihal cinta di masa remaja yang efeknya melebihi cinta suami- istri. Bahkan salah satu ikon dunia percintaan yang paling terkenal juga digambarkan berusia remaja. Ikon bernama Romeo and Juliet yang digambarkan memiliki cinta sejati yang abadi yang daripada ditinggal mati sang kekasih mendingan bunuh diri biar bareng- bareng mati. Padahal kalo kata Ustadz, bukannya hidup bareng di sorga lu… Tapi sama- sama digodok di neraka. But well, Love Story does not consider heaven or hell. (Ini apaan sih penulis kagak jelas… Mentang- mentang lagi bulan Ramadhan).
Image
Anyway, salah satu kisah cinta remaja kali ini yang diangkat ke layar lebar adalah sebuah buku karya John Green yang ditulisnya berdasarkan pengalamannya saat bekerja sosial di Rumah Sakit khusus anak- anak. Bisa dikatakan, The Fault in Our Stars merupakan salah satu film adaptasi buku yang paling diantisipasi tahun ini. Well, selain tentunya film- film dari adaptasi buku seri seperti sekuel The Hobbit dan The Hunger Games. Dan tenang aja, film ini minus kisah cinta segitiga antara seorang wanita dengan 2 orang pria yang udah sangat klise di setiap adaptasi teen-lit belakangan ini yang diwakili oleh citna segitiga seorang wanita dengan 2 orang mahluk jadi- jadian. Coba deh bayangin kalo kisah cinta seorang pria dengan 2 orang wanita. Pasti dibilang player, bajingan, gak setia, dan segalanya. Tapi kalo kisah cinta seorang wanita dengan 2 orang pria pasti dibilangnya “Aduh pasti posisinya gak enak tuh”, “kasian ya”, “cowoknya 22nya baik sih. ganteng juga.” Well, kenapa komennya seperti itu? Karena yang baca cewek! DAMN!

Oke, sudah cukup OOT-nya. Kembali ke lapt…. eh The Fault in Our Stars. Bisa dikatakan kekuatan utama dari film ini adalah performa 2 bintang utamanya yang cukup kuat dan natural. Shailene Woodley, yang belakangan ini status kebintangannya makin bersinar paska bermain di The Descendants, mampu tampil sebagai seorang girl-next-door yang labil namun diharuskan untuk tough demi orang tuanya. Gerak- gerik serta gaya berbicaranya mampu mewakili sosok seorang Hazel Grace. Dan meskipun masih memiliki kualitas akting setingkat di bawah Woodley, Ansel Elgort mampu tampil charming, kind-hearted, serta menjadi sosok yang membawa keceriaan di hidup Hazel Grace. Elgort yang sempat bermain sebagai adik Woodley di film Divergent, mampu menyeimbangi kemampuan akting the next Mary Janeini. WAIT! Elgort jadi adiknya Woodley? Berarti Woodley udah pernah lop- lopan sama hampir semua aktor di Divergent dong? Di The Spectacular Now dia kan juga sempat beradegan panas dengan Miles Teller, yang jadi rival Woodley di Divergent. Gak percaya? Liat aja di menit ke…….
Image
Selain mereka berdua, aktor- aktor senior yang ada di jajaran cast mampu berakting cukup baik. Namun sayang kurang begitu tereksplor dalam naskah, sehingga apa kemampuan bintang- bintang semacam Willem Dafoe dan Laura Dern hanya sebatas gitu- gitu aja. Sebenarnya tim penulis naskah tidak bisa disalahkan. Karena memang fokus cerita terletak pada 2 remaja yang lagi indehoy jatuh cintrong.
Image
Berbicara masalah naskah, plot cerita yang ada sangat terstruktur dengan baik. Konflik yang timbul bisa muncul secara natural serta tidak terlalu cheesy. Perpaduan antara komedi, kisah menyentuh, penggambaran optimisme, serta perjuangan tiap karakter dalam mengurangi beban yang ditampungnya merupakan sebuah kombinasi bagus yang diracik dengan cukup menarik. Selain itu pilihan musik pengiring juga sangat pas dan efektif untuk menambah mood adegan yang ada di layar. Tidak lupa Scott Neustadter dan Michael H. Webber, sebagai duo penulis naskah memasukan quote- quote indah memorable yang diambil langsung dari bukunya.

Image

Finally. The Fault in Our Stars adalah sebuah tontonan segar yang akan membuat kita tersentuh serta menghargai kesehatan dan sisa umur yang mungkin tersisa di diri kita. Cara film ini bercerita tentang disease sangat baik. Bahkan di beberapa adegan sempat dibuat cukup bright dan lucu tanpa harus mengolok- ngolok orang cacat layaknya Farelly Brothers. (dnf)
Rating:
8/10

Kamis, 22 Mei 2014

REVIEW THE AMAZING SPIDER-MAN 2: Rise of Electro (2014)

                                                       Image
Directed By: Marc Webb
Cast: Andrew Garfield, Emma Stone, Jamie Foxx, Dane DeHaan, Paul Giamatti, Sally Field, Colm Feore, Felicity Jones, Campbell Scott, Marton Csokas, Embeth Davidtz, Max Charles, Denis Leary, Martin Sheen, Chris Cooper
Synopsis:
Menjalani kehidupan sebagai Spider- Man, bagi Peter Parker (Andrew Garfield) tidaklah mudah. Selain harus membasmi kejahatan, dirinya juga harus mentaati janjinya kepada almarhum Captain George Stacy (Denis Leary) agar menjauhi anaknya, Gwen Stacy (Emma Stone).
Di saat yang bersamaan, Peter bertemu kembali dengan teman kecilnya, Harry Osborne (Dane DeHaan) yang kembali ke New York untuk meneruskan tampuk kepemimpinan sang ayah, Norman Osborne (Chris Cooper) yang sedang sekarat. Ternyata keluarga Osborne memiliki suatu penyakit langka yang dipercaya hanya bisa disembuhkan melalui DNA laba- laba.
Selain itu, Spidey harus menghadapi seorang teknisi listrik Oscorp, Max Dillon (Jamie Foxx) yang karena suatu kecelakaan menjadi memiliki kekuatan listrik yang super besar dan menjadi Electro.
Review:
Image
Di dunia perfilman, ada 3 saga yang cukup besar yang merupakan adaptasi dari Marvel Comics. Yang pertama adalah kumpulan film- film superhero yang terbagi menjadi beberapa fase dan diakhiri dengan sebuah film The Avengers. Saga ini disebut dengan Marvel Cinematic Universe. Lalu Fox juga tidak ketinggalan dengan saga X-Men nya yang sempat membuat penonton bingung dengan cerita yang tidak sinambung di antara beberapa serinya. Kemudian yang terakhir adalah saga Spider- Man yang dikeluarkan oleh Sony Pictures.
Image
Sebenarnya Sony harus merasa bersyukur masih memiliki lisensi untuk memfilmkan Spider- Man. Karena bukan hanya berarti asal  memiliki franchise superhero movie saja. Namun juga dikarenakan Spider- Man merupakan karakter superhero Marvel yang paling populer dan memiliki fanbase yang cukup kuat. Menyadari hal ini, Sony pun memutuskan untuk me-reboot film Spider- Man saat Sam Raimi tidak gabung lagi paska Spider- Man 3. Meskipun sebenarnya banyak yang menyayangkan keputusan tersebut dirasa terlalu cepat. Mengingat versi Raimi masih terlalu fresh di kepala para penonton dan jarak antara Spider- Man 3 dan The Amazing Spider- Man masih terlalu dekat.
Image
Namun Sony mau tidak mau memang harus menambah pundi uang dan menjaga gengsi denga tidak mau ketinggalan pesaing- pesaing lainnya dalam menelorkan sebuah film superhero. Dan berhubung kontrak dengan Marvel masih berlanjut, maka sebuah reboot Spider- Man pun dibuat. Namun memang kedekatan antara versi ini dengan yang lama akan mengakibatkan pembandingan- pembandingan di antara kedua versi tersebut.
Image
Perubahan tim penulis memberikan efek yang cukup beda dengan kualitas naskah dibandingkan dengan prekuelnya. Meskipun masih tetap berlandaskan apa yang telah disajikan di film pertamanya, namun garis kisah di sekuelnya ini terasa cukup lemah. Lemah dalam arti kata pengeksekusiannya. Namun jika dibandingkan dengan apa yang akan disiapkan di 2 sekuel selanjutnya ditambah 2 spin- off possibilities, film The Amazing Spider- Man 2 bisa menjadi sebuah jembatan yang menarik.
Image
Chemistry di antara para tokoh kurang begitu terangkat. Khususnya antar karakter di lingkungan Peter Parker yang merupakan center of the plot di film ini. Setidaknya sebenarnya harus ada chemistry dengan minimal 3 orang di lingkungan Peter. Chemistry dengan Aunt May (Sally Field) kurang begitu mengisyaratkan hubungan ibu- anak. Lalu hubungannya dengan Gwen Stacy kurang begitu mengena seperti film pertamanya. Apalagi hubungan cinta antara Peter dan Gwen berpotensi menjadi sebuah twist, yang sebenarnya juga gak twist- twist banget bagi para fanboy. Padahal chemistry- chemistry tersebut cukup berhasil di film pertamanya. Lalu hubungan Peter dengan Harry juga kurang begitu meyakinkan sebagai sahabat kecil. Untuk masalah chemistry antar para tokoh saya akui memang masih lebih bagus versi Raimi. Sebenarnya memang tidak bisa disalahkan. Karena benang merah plot Raimi adalah perkembangan hubungan 3 karakter utama Peter-MJ-Harry. Sementara plot Webb lebih ke arah penyelidikan misteri hilangnya orang tua Peter yang dicurigai masih related dengan praktek kotor Oscorp.
Image
Namun apa yang dikhawatirkan para fans dengan munculnya 3 karakter villain di materi- materi promosi bisa teratasi. Seperti kita ketahui salah satu kegagalan Spider- Man 3 adalah terlalu banyaknya karakter penjahat yang dikeluarkan. Namun dengan piawainya Alex Kurtzman, Roberto Orci, Jeff Pinker, dan James Vanderbilt mangatur sedemikian rupa sehingga kemunculan ketiga karakter penjahat tersebut tidak terlalu dipaksakan dan screen time- nya masih bisa terbagi dengan efektif. Namun landasan kebencian para penjahat dengan Spider- Man saya anggap masih terlalu lemah.
Image
Jika berbicara masalah adegan aksi, apa yang tersaji di film berdurasi 142 menit ini cukup seru. Apalagi adegan pembuka dan final showdown antara Spider- Man dengan masing- masing ketiga karakter musuhnya. Kemudian untuk urusan teknis, departemen sinematograsi sudah bekerja cukup baik dan menghasilkan gambaran- gambaran yang cukup dark mengikuti nuansa kisah yang memang kabarnya akan dibikin lebih dark lagi di seri- seri berikutnya. Semua itu dibalut dengan gimmick 3D yang cukup baik.
Image
Andrew Garfield masih cukup baik berperan menjadi tokoh utama film ini. Jika Tobey Maguire membawakan sosok Peter Parker yang nerd, Garfield bisa membawa karakter Peter yang lebih freak dan di beberapa scene saya melihatnya seperti anak autis. Dan Garfield juga bisa menampilkan Spider- Man yang lebih kocak dengan ceplosan- ceplosan yang lebih lucu dibandingkan Maguire. Sally Field dan Emma Stone masih tampil cukup baik meskipun secara chemistry kurang terangkat.
Image
Dari jajaran tambahan pemain barunya ada Dane DeHaan yang sebenarnya cukup pas menjadi seorang villain muda, songong, serta menyebalkan. Namun untuk sebagai Harry Osborne masih kurang pas. Kemudian ada Felicity Jones yang berperan sebagai asisten Harry bernama Felicia (And i bet her last name is Hardy, if you know what I mean). Paul Giamatti yang tampil lumayan singkat namun memiliki makna tersendiri bagi sekuelnya. Yang paling aneh menurut saya Jamie Foxx. Sebagai Max Dillon, sangat terasa bagaikan alter ego penjahat Batman versi Schumacher. Sebagai Electro juga kurang begitu keren malah cenderung konyol. Benar- benar miscast.
Image
Secara garis besar, The Amazing Spider- Man 2 merupakan sebuah film yang akan memuaskan dahaga para fans. Selain banyaknya trivia- trivia seputar dunia Spidey, film ini juga memiliki hint- hint akan musuh siapa saja yang akan dihadapai oleh sang Webslinger di film- film berikutnya. Dan bagi para fans juga akan cukup terhibur melihat cikal bakal bergabungnya para penjahat yang dikenal dengan sebutan Sinister Six.
Image
So, is The Amazing Spider- Man 2a good movie? Yes. Is it a better sequel? No. Andaikan plot cerita bisa tidak terlalu lemah dan chemistry antarkarakter juga cukup kuat. Dan yang terpenting aktor pemeran Electro diganti, saya yakin film ini akan jauh lebih bagus lagi. Mudah- mudahan, nantinya The Amazing Spider- Man 2 dan 3 yang dijadwalkan muncul 2 tahun sekali dan 2 spin- off yang berjudul Venom dan The Sinister Six akan memiliki kualitas yang lebih baik lagi.
Image
Sebagai tambahan, bagi yang memilih menonton dalam format non- IMAX jangan buru- buru keluar. Karena ada teaser X-Men: Days of Future Past. Namun bagi yang menonton dengan format IMAX amat disayangkan karena akibat satu dan lain hal, tidak bisa menyaksikan teaser yang cukup teasing tersebut. (dnf)

sumber :movieexplorers.com

Posting Lama